Usaha Budidaya Jamur
Disusun
Oleh:
Nama : Muhammad Arifana Faisal
NIM : 14.11.8147
Kelas : 14-S1TI-09
SEKOLAH
TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
TAHUN
2015/2016
ABSTRAK
Banyak orang yang belum mengetahui
potensi besar tentang usaha budidaya jamur, dimana usaha budidaya jamur ini
masih terbuka lebar sebagai peluang usaha yang sangat menguntungkan dan dapat
dilakukan oleh semua kalangan. Di indonesia pengusaha budidaya jamur masih
sangat sedikit dan permintaan pasar terhadap jamur sangatlah tinggi. Dalam memulai
usaha budidaya jamur ini juga modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Usaha
jamur ini dalam Pemasaran juga sangatlah
mudah dan luas untuk semua kalangan dan harga yang sangat terjangkau. Hasil
jamur itu sendiri bisa diolah menjadi berbagai macam olahan makanan yang sangat
enak, seperti diolah menjadi sop jamur, kripik jamur dan makanan lainnya.
Selain itu jamur juga memiliki berbagai manfaat yang baik untuk tubuh.
ISI
Dalam
karya ilmiah ini saya akan membahas tentang 3 tahapan dasar cara budidaya jamur yang perlu anda perhatikan ketika
memulai bisnis jamur.
Proses Persiapan Budidaya Jamur
Sebelum anda terjun menekuni bisnis budidaya
jamur, sebaiknya bekali diri anda dengan pengetahuan teknik budidaya jamur yang
benar. Anda bisa belajar dari para petani jamur langsung atau mengikuti pelatihan
bisnis jamur
yang saat ini banyak diadakan instansi-instansi terkait.
Setelah anda menguasai teknik pembudidayaan jamur, selanjutnya persiapkan
sarana dan prasarana pendukung, meliputi :
1.
Menentukan lokasi pembuatan kumbung jamur
2.
Membangun kumbung jamur
3.
Mempersiapkan bibit jamur
4.
Mempersiapkan media tanam jamur (baglog jamur)
5.
Mempersiapkan sarana pembibitan (autoklaf, erlenmeyer, gelas ukur, tabung
reaksi, meja pembiakan, pinset, pisau, alkohol 70%, botol bibit, tempat
incubator, dll).
6.
Mempersiapkan sarana pemeliharaan dan panen (sprayer, pupuk, thermometer, hygrometer,
heater, blower, pH tester,pisau, wadah panen jamur).
Proses Pemeliharaan Jamur
Apabila persiapan budidaya jamur sudah matang, maka tahapan berikutnya yang perlu Anda lakukan yaitu
proses pemeliharaan jamur agar hasil panen yang didapatkan bisa maksimal.
Secara umum proses pemeliharaan jamur dibagi menjadi tiga poin penting, antara
lain sebagai berikut :
1.
Melakukan pengamatan setiap hari. Hal ini penting untuk mengontrol suhu dan
kelembapan di dalam ruang kumbung jamur. Untuk mempermudah pengamatan Anda,
lengkapi kumbung jamur dengan termometer dan higrometer.
2.
Lakukan penyiraman secara teratur. Untuk menjaga kestabilan suhu dan
kelembapan ruang kumbung jamur, lakukan penyiraman air hingga jamur siap panen.
Penyiraman dilakukan ke seluruh bagian kumbung, meliputi lantai, dinding
kumbung, sampai ke baglog jamur. Setiap jenis jamur memiliki kebutuhan air yang
berbeda, jadi perhatikan aturan penyemprotan pada jenis jamur yang Anda
budidayakan.
3.
Hindari munculnya hama dan penyakit. Hama yang sering mengganggu
pertumbuhan budidaya jamur adalah lalat, tikus, cacing, serangga tanah, semut,
rayap, serta kutu. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tumbuhan jamur
antara lain seperti Peniciilium sp, Rhizopus sp, Aspergillus sp. Karena itu
lakukan sterilisasi sebaik mungkin, agar semua sarana dan prasarana yang
digunakan tidak terkontaminasi penyakit ataupun hama jamur.
Proses Panen Jamur
Proses
pemanenan jamur merupakan tahapan akhir dari rangkaian kegiatan budidaya jamur.
Pemanenan jamur dilakukan ketika pertumbuhan tubuh buahnya telah maksimal.
Setiap jenis jamur memiliki waktu panen yang berbeda, untuk jamur tiram bisa
dipanen 4-8 kali, panen jamur kuping paling tepat dilakukan jika jamur berumur
3-4 minggu, jamur merang dipanen setelah 8-10 hari dari penanaman bibit, jamur
shitake dipanen setelah tudung membuka sekitar 60-70% dan dilakukan pada pagi
hari (pukul 10.00) dan sore hari (pada pukul 17.00), jamur kancing (champignon)
dipanen setelah 12-17 hari proses casing, serta jamur lingzhi dipanen 3-4 bulan
setelah miselium tumbuh penuh. Proses pemanenan dilakukan dengan mencabut jamur
beserta akarnya, usahakan tidak ada akar yang tertinggal agar tidak mengganggu
pertumbuhan generasi jamur berikutnya.
Setelah membahas bersama cara
budidaya jamur.
Selanjutnya giliran anda mempraktekannya langsung sekarang juga. Manfaatkan
peluang pasar yang masih terbuka lebar, dan mulailah dari sekarang. Demikian
karya ilmiah ini saya buat, tentu masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam
penulisan dan penyampaiannya karena terbatasnya pengetahuan, rujukan atau
referensi yang saya peroleh. Saya bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca
yang budiman. Saya akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu
loncatan yang dapat memperbaiki karya tulis saya di masa datang. Sehingga karya
tulis berikutnya dan karya tulis lain dapat diselesaikan dengan hasil yang
lebih baik.
Referensi:
http://berbisnisjamur.com/cara-budidaya-jamur/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar