Breaking News

Kamis, 05 Maret 2015

Karya Ilmiah Lingkungan Bisnis: Usaha Budidaya Jamur



Karya Ilmiah Lingkungan Bisnis
Usaha Budidaya Jamur


 
Disusun Oleh:
                   Nama : Muhammad Arifana Faisal
                   NIM     : 14.11.8147
                   Kelas   : 14-S1TI-09

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER


TAHUN 2015/2016
 

 
ABSTRAK
            Banyak orang yang belum mengetahui potensi besar tentang usaha budidaya jamur, dimana usaha budidaya jamur ini masih terbuka lebar sebagai peluang usaha yang sangat menguntungkan dan dapat dilakukan oleh semua kalangan. Di indonesia pengusaha budidaya jamur masih sangat sedikit dan permintaan pasar terhadap jamur sangatlah tinggi. Dalam memulai usaha budidaya jamur ini juga modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Usaha jamur ini dalam  Pemasaran juga sangatlah mudah dan luas untuk semua kalangan dan harga yang sangat terjangkau. Hasil jamur itu sendiri bisa diolah menjadi berbagai macam olahan makanan yang sangat enak, seperti diolah menjadi sop jamur, kripik jamur dan makanan lainnya. Selain itu jamur juga memiliki berbagai manfaat yang baik untuk tubuh.
  
ISI
Dalam karya ilmiah ini saya akan membahas tentang 3 tahapan dasar cara budidaya jamur yang perlu anda perhatikan ketika memulai bisnis jamur.

Proses Persiapan Budidaya Jamur
Sebelum anda terjun menekuni bisnis budidaya jamur, sebaiknya bekali diri anda dengan pengetahuan teknik budidaya jamur yang benar. Anda bisa belajar dari para petani jamur langsung atau mengikuti pelatihan bisnis jamur yang saat ini banyak diadakan instansi-instansi terkait. Setelah anda menguasai teknik pembudidayaan jamur, selanjutnya persiapkan sarana dan prasarana pendukung, meliputi :
1.      Menentukan lokasi pembuatan kumbung jamur
2.      Membangun kumbung jamur
3.      Mempersiapkan bibit jamur
4.      Mempersiapkan media tanam jamur (baglog jamur)
5.      Mempersiapkan sarana pembibitan (autoklaf, erlenmeyer, gelas ukur, tabung reaksi, meja pembiakan, pinset, pisau, alkohol 70%, botol bibit, tempat incubator, dll).
6.      Mempersiapkan sarana pemeliharaan dan panen (sprayer, pupuk, thermometer, hygrometer, heater, blower, pH tester,pisau, wadah panen jamur).

Proses Pemeliharaan Jamur
Apabila persiapan budidaya jamur sudah matang, maka tahapan berikutnya yang perlu Anda lakukan yaitu proses pemeliharaan jamur agar hasil panen yang didapatkan bisa maksimal. Secara umum proses pemeliharaan jamur dibagi menjadi tiga poin penting, antara lain sebagai berikut :
1.      Melakukan pengamatan setiap hari. Hal ini penting untuk mengontrol suhu dan kelembapan di dalam ruang kumbung jamur. Untuk mempermudah pengamatan Anda, lengkapi kumbung jamur dengan termometer dan higrometer.
2.      Lakukan penyiraman secara teratur. Untuk menjaga kestabilan suhu dan kelembapan ruang kumbung jamur, lakukan penyiraman air hingga jamur siap panen. Penyiraman dilakukan ke seluruh bagian kumbung, meliputi lantai, dinding kumbung, sampai ke baglog jamur. Setiap jenis jamur memiliki kebutuhan air yang berbeda, jadi perhatikan aturan penyemprotan pada jenis jamur yang Anda budidayakan.
3.      Hindari munculnya hama dan penyakit. Hama yang sering mengganggu pertumbuhan budidaya jamur adalah lalat, tikus, cacing, serangga tanah, semut, rayap, serta kutu. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tumbuhan jamur antara lain seperti Peniciilium sp, Rhizopus sp, Aspergillus sp. Karena itu lakukan sterilisasi sebaik mungkin, agar semua sarana dan prasarana yang digunakan tidak terkontaminasi penyakit ataupun hama jamur.

Proses Panen Jamur
Proses pemanenan jamur merupakan tahapan akhir dari rangkaian kegiatan budidaya jamur. Pemanenan jamur dilakukan ketika pertumbuhan tubuh buahnya telah maksimal. Setiap jenis jamur memiliki waktu panen yang berbeda, untuk jamur tiram bisa dipanen 4-8 kali, panen jamur kuping paling tepat dilakukan jika jamur berumur 3-4 minggu, jamur merang dipanen setelah 8-10 hari dari penanaman bibit, jamur shitake dipanen setelah tudung membuka sekitar 60-70% dan dilakukan pada pagi hari (pukul 10.00) dan sore hari (pada pukul 17.00), jamur kancing (champignon) dipanen setelah 12-17 hari proses casing, serta jamur lingzhi dipanen 3-4 bulan setelah miselium tumbuh penuh. Proses pemanenan dilakukan dengan mencabut jamur beserta akarnya, usahakan tidak ada akar yang tertinggal agar tidak mengganggu pertumbuhan generasi jamur berikutnya.
Setelah membahas bersama cara budidaya jamur. Selanjutnya giliran anda mempraktekannya langsung sekarang juga. Manfaatkan peluang pasar yang masih terbuka lebar, dan mulailah dari sekarang. Demikian karya ilmiah ini saya buat, tentu masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penulisan dan penyampaiannya karena terbatasnya pengetahuan, rujukan atau referensi yang saya peroleh. Saya bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman. Saya akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki karya tulis saya di masa datang. Sehingga karya tulis berikutnya dan karya tulis lain dapat diselesaikan dengan hasil yang lebih baik.


Referensi:
http://berbisnisjamur.com/cara-budidaya-jamur/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By